Ustadz Ahmad, S.Pi., M.Si.
| Nama | : | Ustadz Ahmad, S.Pi., M.Si |
| Kajian yang diampu | : | Al-Mabādi’ al-Fiqhiyyah ‘alā Madzhab al-Imām asy-Syāfi’ī karya al-Ustadz Umar Abdul Jabbar |
| Disiplin Ilmu | : | Fiqih |

Ustadz Ahmad, S.Pi., M.Si. lahir di Pasuruan pada 3 Januari 1994 dari pasangan Drs. Abdul Munir Faqih, M.Fil. dan Nikmatul Muhimmah, S.Pd. Beliau menempuh pendidikan dasar di SDN Sungai Miai 10 Banjarmasin pada tahun 2000–2006. Kemudian beliau melanjutkan sekolah di MTs Unggulan Amanatul Ummah (2006–2009) dan MA Unggulan Amanatul Ummah (2009–2012) di Pacet -Mojokerto.
Setelah lulus, beliau melanjutkan studi sarjana di Universitas Brawijaya, Malang (2012–2017) pada jurusan Teknologi Hasil Perikanan. Kemudian beliau memperdalam ilmunya dengan menempuh pendidikan magister di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada bidang Ilmu Pangan dan lulus pada tahun 2022.
Selain jalur akademik formal, beliau juga memperkaya diri dengan pendidikan nonformal di beberapa pondok pesantren, yaitu Pondok Pesantren Amanatul Ummah (2006–2012), Pondok Pesantren Nurul Huda (2012–2013), Ma’had Aly Ulul Albab (2017–2018), dan Pondok Pesantren Al-Inayah (2018–2020). Perjalanan ruhani beliau digeluti dengan mendalami ilmu tasawuf bersama Syekh Dr. Kharisuddin Aqib, M.Ag., Mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah sekaligus pimpinan PP Daru Ulil Albab di Nganjuk.
Dalam bidang akademik, beliau turut aktif menulis. Pada tahun 2022, dua artikel ilmiah beliau terbit di jurnal internasional: “Hidrolisis Enzim Gelatin Ikan” di The Annals of the University Dunarea de Jos of Galati, dan “Studi Komponen Bioaktif Antidiabetes dari Rosela” di Philippine Journal of Science.
Kariernya di dunia pendidikan pun berkembang bertahap. Beliau pernah menjadi dosen tetap paruh waktu di Institut Teknologi Lombok, dan kemudian menjadi dosen tetap di Politeknik Islam Syekh Salman Al-Farisi di Kota Rantau – Kabupaten Tapin. Mulai tahun 2025, beliau resmi diangkat sebagai dosen CPNS di Universitas Palangka Raya.
Beliau masih muda dan belum menikah, dan dikenal sebagai sosok yang sederhana, terbuka, dan mudah bergaul. Dengan latar belakang keluarga yang religius, perjalanan akademik yang konsisten, serta kedalaman spiritual yang terus ditekuni, beliau menjalani hidup dengan keseimbangan antara dunia akademik, sosial, dan pengabdian kepada Allah.

Leave a Reply